Pada April 2018, pria yang tidak disebutkan namanya itu keluar dari negaranya, tetapi dia memanggil polisi terlebih dahulu ketika rekaman pengintaiannya menunjukkan bahwa Ades ada di dalam rumahnya.
Tak lama kemudian polisi tiba di tempat kejadian, mendapati bahwa dia telah memaksa masuk ke rumahnya dan mandi. Mobilnya parkir di luar, terdapat pisau pemotong daging. Dia kemudian ditangkap dengan tuduhan menguntit, mengancam, dan pelecehan.
The Arizona Republic mencatat, ada lebih dari 159.000 pesan terkirim selama 10 bulan. Ades pun kini mendekam di penjara, menunggu persidangan yang akan dimulai bulan depan, dengan tuduhan penguntit dan pelanggaran pidana, setelah ditolak dengan jaminan.
(Martin Bagya Kertiyasa)