Prabowo menyinggung soal pelayanan medik cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto di kediamannya akhir pekan lalu. Sampai akhirnya video ceramahnya itu diunggah di media sosial dan menjadi viral.
Dalam ceramahnya, Prabowo menyinggung masalah keuangan BPJS Kesehatan. Saking kurangnya dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Prabowo mencontohkan pelayanan cuci darah di RSCM sangat buruk. Dia menyebutkan bahwa tim medis memanfaatkan satu selang cuci darah dipakai 40 orang.
RSCM pun membantah pernyataan menyentil yang keluar dari mulut Prabowo. Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, menegaskan, peralatan hemodialisa di RSCM menggunakan selang cuci darah hanya satu kali pakai.
(Baca Juga:Meghan Markle Larang Pangeran Harry Minum Alkohol dan Kopi)
"Kami sangat mengutamakan mutu. Semua peralatan dialisis, termasuk selangnya di sini hanya sekali pakai," ungkapnya saat dihubungi Okezone, Rabu (2/1/2019).
Dia menjelaskan, di RSCM terdapat peralatan hemodialisa canggih untuk pasien kalangan apapun. Peralatan tersebut membutuhkan tiga komponen agar dapat berfungsi baik, antara lain mesin dialisis, selang dan dialiser.
Dokter Lies menerangkan, fungsi selang cuci darah itu gunanya untuk mengalirkan darah dari tubuh pasien ke alat cuci darah. Kemudian darah yang sudah "dibersihkan" langsung kembali lewat selang yang sama ke tubuh pasien.
(Baca Juga:Terapi Ini Diklaim Bisa Sembuhkan Kanker)
"Di mana-mana satu selang cuci darah itu dipakai oleh satu pasien, begitu juga di rumah sakit kami," bebernya.
Duhubungi terpisah, Ahli Ginjal dr Johannes Fransiscus Mukidjam, SpPD, menjelaskan, hemodialisa merupakan tindakan proses pembersihan darah, yang didasarkan pada pertukaran ion-ion dan partikel cairan darah. Fungsinya dapat membersihkan ginjal dari racun-racun yang masuk organ vital itu.
"Dengan tindakan hemodialisa, kondisi pasien yang kena gagal ginjal akan cepat membaik," tutur dr Mukidjam.
Akan tetapi, sebut dr Mukidjam, keberhasilan tindakan hemodialisa secara langsung dipengaruhi oleh kualitas tenaga medis, peralatan medis yang memadai, dan kondisi pasien sendiri. Semua peralatan cuci diarah, apalagi selangnya disediakan untuk masing-masing pasien yang akan melakukan tindakan.
Selain itu, kepatuhan pasien sangat dibutuhkan demi kesembuhan dirinya dari penyakit ginjal. Terlebih, saat kondisi tubuhnya menurun, komplikasi dapat muncul.
"Ketika pasien mengalami penurunan kondisi fisik dan psikis saat hemodialisa, komplikasi seperti kram otot, tekanan darah rendah, hingga perdarahan dapat terjadi. Maka itu harus hati-hati dan pasien harus patuh," pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)