Penderitaan Setelah Aborsi Ini Membuat Tubuh Wanita Tersiksa

Noor Chotijah , Jurnalis
Minggu 30 Desember 2018 22:09 WIB
Reaksi Tubuh saat Lakukan Aborsi (Foto: Boldsky)
Share :

ABORSI hanya boleh dilakukan jika ada kondisi darurat medis yang membahayakan ibu atau janin serta bagi korban perkosaan. Di luar itu, aborsi dianggap illegal, maka dari itu banyak sekali wanita yang menggunakan cara tidak aman saat melakukan aborsi.

Seperti menggunakan obat-obatan tanpa saran dari dokter, atau ramuan yang digunakan untuk menghentikan tumbuhnya janin. Karena aborsi dalam pengawasan dokter pun masih banyak yang menimbulkan efek samping tak terduga, apalagi jika hal itu dilakukan tanpa syarat dan penanganan yang benar.

Setiap efek samping dalam tubuh wanita yang mengalami aborsi pasti berbeda-beda. Kadang-kadang, perubahan dalam tubuh mencapai tingkat yang secara permanen hingga melukai tubuh wanita. Dilansir dari Boldsky, Minggu (30/12/2018), ada beberapa perubahan pada tubuh dan cara bagaimana Anda bisa mengelola gejala secara efektif untuk mencegah luka mental dan fisik, dari masalah aborsi.

1. Pembengkakan atau kelembutan di payudara

Ini adalah salah satu perubahan paling umum yang sebagian besar wanita rasakan secara signifikan setelah penghentian kehamilan mereka. Adanya perubahan hormon yang merangsang perkembangan jaringan payudara.

Ketika seorang wanita melakukan aborsi, dalam waktu berminggu-minggu tubuhnya kembali ke keadaan normal, payudara mungkin tetap lunak dan bengkak. Itu semua pasti dirasakan oleh wanita hamil.

2. Kram

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya