SEBAGAI orang tua yang baik, sudah sepantasnya Anda memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh sang buah hati. Bukan hanya dalam urusan makanan, namun juga pada aktivitas bermain sang anak. Jangan sampai keinginan mereka untuk bermain, justru malah menggangu kesehatannya.
Salah satu contohnya adalah bocah berusia sembilan tahun asal Bandung Barat, Jawa Barat bernama Asep Yahya. Ia tanpa sengaja menelan peluit ketika bermain. Tentunya hal ini menimbulkan efek pada tubuhnya, terutama saat ia menarik nafas panjang. Bukannya suara hembusan yang keluar melainkan suara nyaring seperti terompet yang terdengar.
Mungkin hal ini terlihat sepele, tapi tidak untuk Asep. Pasalnya sudah dua bulan lebih peluit tersebut bersarang di tenggorokan Asep. Karena keterbatasan biaya yang dimiliki keluarganya, Asep pun tak kunjung mendapatkan pertolonganan untuk mengeluarkan peluit dari dalam tubuhnya.
Singkat cerita bocah malang ini sedang asik bermain peluit terompet bersama saudaranya, namun tanpa sengaja ia menelan benda tersebut ke dalam tubuhnya. Tentunya hal ini membuat panik orang tuanya. Sang ayah telah membawa Asep menuju puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. Tapi puskesmas malah merujuk Asep untuk menuju rumah sakit.
Namun, keterbatasan ekonomi hingga tidak memiliki BPJS membuat sang orang tua tidak kunjung membawa anaknya menuju rumah sakit. Ya, hingga kini Asep hidup dengan peluit terompet bersarang di tenggorokannya.