Cara paling mudah dan sederhana adalah menghitung jumlah frekuensi napas sang anak. Tentunya setiap usia memiliki batasan frekuensi napas yang berbeda pula. Anak dengan usia kurang dari dua bulan memiliki batas frekuensi napas sebanyak 60 kali, anak berusia 2-12 bulan sebanyak 50 kali sementara 1-5 tahun sebanyak 40 kali.
“Jadi cara mudahnya adalah menghitung batasan frekuensi napas sang anak. Caranya dengan meletakkan tangan di atas dada sang anak dan rasakan berapa hentakan napas penderita dalam satu menit. Jika jumlahnya sesuai dengan batas frekuensi napas, kemungkinan positif,” terang dr. Darmawan saat berjumpa dengan Okezone, Kamis (29/11/2018).
Tentunya masih ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mendeteksi seorang anak mengalami pneumonia. Caranya adalah dengan melihat reaksi fisik yang ditunjukkan sang anak.
Baca Juga: Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh Disertai Sesak, Waspada Terkena Pneumonia!
dr. Darmawan mengatakan penderita pneumonia akan merasa sesak, sehingga mereka akan mengambil napas dalam-dalam. Frekuensi napas mereka akan berubah menjadi cepat dan terasa berat di setiap tarikannya.