4. Membunyikan sound effect
Demi menambah keseruan mendongeng, kita bisa mencoba membunyikan sound effect di adegan-adegan tertentu. Misalnya, saat Timun Emas sedang berlari dari raksasa, kita bisa membunyikan suara langkah si raksasa dengan bunyi ‘duk duk duk’.
5. Gunakan suara, ekspresi, dan gestur yang tepat
“Setiap kata itu ada rasanya. Gambarkan satu kata itu dengan suara, misal ‘raksasa itu besar’ bisa digambarkan sebagai ‘raksasa itu beesaaaarr’. Ada penekanan katanya sehingga anak dapat membayangkan betapa besarnya raksasa itu,” jelas Ariyo.
Lalu, Ariyo juga menambahkan agar kita menyesuaikan cerita dengan suasana dalam alur cerita. Misalnya, ceritakan pelan-pelan adegan yang suasananya menegangkan dan ceritakan dengan cepat adegan yang suasananya seru. Anggap mendongeng untuk anak ini seperti kita sedang curhat ke sahabat terdekat kita.