"Kami telah berbicara tentang rekayasa genetika embrio yang sedang terjadi saat ini, anak-anak ini diduga rekayasa untuk memberikan perlawanan terhadap suatu penyakit. Itu adalah langkah baru ke depan, di mana itu sangat berbahaya," ujar Nicholas.
Masalah dalam pengubahan DNA manusia sangat kontroversial, dan hanya diperbolehkan di AS. Itupun harus dilakukan di penelitian laboraturium meskipun para ilmuwan AS mengatakan tahun lalu mereka berhasil mengubah kode genetik anak babi untuk menghilangkan infeksi virus yang tidak aktif.
Sam Strenberg, asisten profesor biokimia, dan biofisika molekuler di Universitas Columbia, mempertanyakan seluruh premis penelitian He. Ia mencatat bahwa itu tidak ditujukan untuk memperbaiki kondisi, tapi malah mengancam jiwa seperti penyakit genetik.
(Utami Evi Riyani)