Selain itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Staf Pengajar Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM ini juga didapatkan fakta, pemberian suplementasi dapat menekan peradangan dan memperbaiki aktivitas penyakit pada pasien SLE, namun tidak didapatkan perubahan bermakna dari respons imun spesifik.
Terkait dengan penelitian ini, diketahui bahwa pasien tetap meneruskan obat standar yang rutin dikonsumsi sebelumnya. Setelah itu, didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan adverse event antara kelompok yang mendapat terapi sinbiotik dengan yang tidak mendapat terapi (plasebo).
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan yang terjadi menetap setelah suplementasi dihentikan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian dengan waktu intervensi yang lebih lama untuk mengetahui apakah terdapat perubahan respons imun spesifik.
(Martin Bagya Kertiyasa)