5 Cara Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Bisa Tetap Aktif

Tiara Putri, Jurnalis
Jum'at 23 November 2018 08:03 WIB
Ilustrasi (Foto: Businessinsider)
Share :

TANGGAL 21 November diperingati sebagai Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia. PPOK merupakan penyakit progresif yang mengancam jiwa dan diperkirakan memengaruhi lebih dari 251 juta orang di dunia. Penyakit ini bahkan diperkirakan akan menjadi penyebab kematian ketiga pada tahun 2020. Di Indonesia, angka kasus PPOK terbilang tinggi mengingat jumlah perokok yang tak sedikit.

“Sebuah studi biomass pada tahun 2013 yang merupakan kolaborasi Indonesia dengan Vietnam menemukan bahwa prevalensi PPOK pada pasien bebas rokok sama tingginya. Studi tersebut melibatkan responden berusia di atas 40 tahun yang tinggal di Banten dan DKI Jakarta dan menemukan prevalensi pasien PPOK sampai 6,3%,” tutur Prof. dr. Faisal Yunus dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam rilis yang diterima Okezone dari Philips, Kamis 22 November 2018.

Menurut Prof. Faisal, kebanyakan pasien datang dengan berbagai keluhan seperti sesak napas, mudah kehabisan napas saat naik-turun tangga, dan sudah dengan kecacatan. Keluhan-keluhan ini sebenarnya menunjukkan pasien sudah berda di tingkat lanjut. Jarang sekali pasien datang dengan gejala awal karena tidak menyadarinya.

“Selain itu, banyak juga yang beranggapan olahraga rutin atau kunjungan ke wilayah dengan udara bersih bisa mencegah penyakit paru, padahal itu tidak benar. Zat yang sudah terlanjur bertumpuk di paru karena asap rokok dan polusi udara, tidak akan hilang. Dengan demikian, mereka yang sudah ada gejala kondisinya akan semakin parah dan harus berobat ke dokter,” ujar Prof. Faisal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya