"Harus kerjasama dari lintas sektor mengeroyok sisa dua bulan termasuk kepada pelayanan kesehatan agar lebih siap mengantisipasi jika terjadi hal-hal terkait penyuntikan MR di masyarakat," paparnya.
Ia pun berharap meski Kalbar secara keseluruhan belum mencapai target namun ia yakin perpanjangan waktu ini akan menambah pemahaman kepada masyarakat luas terutama di Kalbar.
"Saya yakin bisa kita bisa menjadi bangsa yang hebat dan paham akan pentingnya arti MR," pungkasnya.
(Santi Andriani)