"Oleh karena itu, sebenarnya tidak hanya Kementerian Pertanian di dalam hal ini, termasuk Kementerian lingkungan hidup. Soalnya, tikus tentunya tidak dibudidayakan, itu kan sebagai hama. Oleh karena itu, karena sifatnya adalah penyakit infeksi yang baru muncul , maka untuk menentukan apakah seseorang benar menderita penyakit itu, itu harus konfirmasi laboratorium," sambungnya.
Baca Juga: 4 Gaya Stylish Cyntia Livianty, Adik Bungsu Maia Estianty
Berbicara soal penularan penyakit berbahaya ini, DR Siswanto berharap pemeriksaan laboratorium harus sering dilakukan untuk mengetahui penyebaran penyakit berbahaya ini.
"Sebagai contoh, sebagai ilustrasi, kalau ada jamaah haji pulang dari Tanah Suci, kemudian dia menderita batuk-batuk terus panas tinggi, masuk ke dalam scanning di bandara, maka kita harus setidaknya harus curiga, jangan-jangan ini bukan batuk biasa, jangan-jangan ini adalah Mers-CoV (flu onta). Untuk menentukan seseorang flu onta atau tidak, itu perlu dicek laboratorium," tuntasnya
(Helmi Ade Saputra)