Sebelumnya, kebijakan yang dikeluarkan AAP jelas di mana setiap orangtua tidak diperkenankan untuk memberikan pukulan pada anak dengan alasan apa pun. Dengan keluarnya penelitian ini, semakin jelas alasan untuk tidak memukul anak itu.
Tidak hanya memukul, AAP juga menegaskan kepada semua orangtua untuk tidak menampar, menghina, atau mempermalukan anak di depan umum atau di depan anggota keluarga.
Peneliti mengatakan penelitian pada 1998 menyebabkan pembaruan yang signifikan. Dasar penelitian sebelumnya jelas bahwa memukul anak bisa membawa dampak buruk.
Sadar atau tidak, memukul anak dianggap oleh sebagian orangtua dapat membawa perbaikan pada perilaku anak. Padahal, penelitian menunjukan bahwa memukul tidak lebih efektif daripada hukuman non-fisik, termasuk menghentikan penggunaan fasilitas rumah, diambil jatah uang jajan, atau hukuman lainnya.
"Meski pun banyak dari orang dewasa yang masa anak-anaknya di pukul, mereka bisa merasakan kebahagiaan di kemudian hari. Tapi, hal ini bukan jadi acuan pasti. Sebab, memukul anak tetap akan membawa dampak buruk jangka panjang," saran peneliti. ,