“Akomodasi, hotel, restoran, kuliner khas sudah ada yang eksis, hotel pun sedang ada yang dibangun, jadi sekarang kalau ingin ke Morotai sudah cukup mudah dicapai dan lengkap fasilitasnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, meski ada angka kunjungan wisatawan mancanegara yang perlu dikejar, sayangnya Bandar Udara Leo Wattimena yang ada di Kabupaten Morotai, untuk sementara masih melayani penerbangan domestik. Tapi, berdasarkan keterangan Benny, kedepannya bandara akan dibuat dan melayani penerbangan internasional.
BACA JUGA:
“Tujuannya tentu agar lebih mudah dijangkau oleh 12 negara tetangga yang menjadi target, termasuk Jepang dan Darwin, Australia. Kalau Morotai pangsa pasar wisatawan mencanegara potensinya lebih banyak dari Jepang, karena ada 2,5 juta kunjungan penyelam. Cukup besar potensinya, ada pula sisa peninggalan sejarah dari perang dunia, yang sedang dipugar kembali, target 2020 selesai,” tandasnya.
(Dinno Baskoro)