Dalam perjalanannya, disebutkan gedung yang punya luas sekitar 15.742 meter persegi pada 1899 ini selalu beralih fungsi. Menariknya, di dalam museum ini juga terdapat beberapa yayasan. Mulai dari Pembela Tanah Air, Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia dan juga Yayasan Idayu, maka dari itu untuk mempersatukan semuanya, gedung ini diberi nama Museum Kebangkitan Nasional.
(Helmi Ade Saputra)