Konsep dasar dari tehnik "hisap vitamin" itu memang sinkron dengan sistem kerja paru-paru. Di mana paru-paru mampu menyerap nutrisi dan obat yang dihirup. Hal itu dibenarkan Direktur Klinis dari Respiratory Institute di Mpunt Sinai Hospital Dr Louis DePalo.
Namun, dokter tidak merekomendasikan penggunaan vape untuk menghantarkan vitamin tersebut ke paru-paru. Alasan paling konkritnya adalah logam yang terkandung di dalam vape tetap akan menjadi hal negatif bagi paru-paru.
"Mekanisme pemanasan logam dengan suhu tinggi tidak baik untuk paru-paru," kata DePalo seeprti dikutip Okezone dari New York Post, Kamis (25/10/2018).
Baca juga: Paduan Tepat Kopi Rwanda Kanzu dengan Camilan Serba Manis Tidak Buyar di Mulut
Berbeda dengan obat-obatan, The Food and Drug Administration Amerika Serikat tidak memverifikasi keamanan dan kemanjuran vape vitamin ini. Pun vape dianggap sebagai metode yang keliru untuk menghantarkan vitamin ke dalam tubuh manusia.