Selama ini diketahui protein hewani berupa daging ayam, daging sapi, telur, dan lainnya. Sedangkan untuk protein nabati bisa didapatkan dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, kacang kedelai atau soya dapat menjadi alternatif protein untuk anak.
Kedelai sering dimanfaatkan untuk produk olahan seperti tahu, tempe, dan susu. Kacang yang dijuluki 'King of Bean' ini memiliki berbagai kebaikan nutrisi yang bisa melengkapi kebutuhan pada. Kedelai mengandung beberapa makronutrien seperti protein (40%), lemak (22%), karbohidrat (25%), serat (8%), dan mineral. Selain itu, kedelai juga kaya akan asam amino esensial yang dapat membantu metabolisme tubuh serta regenerasi sel baru.
(Baca Juga:Resep Spaghetti Meatballs, Gak Ribet Pas untuk Kamu yang Lagi Buru-Buru!)
"Kedelai sebagai alternatif sumber protein terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kedelai juga dapat menjadi alternatif protein yang dapat dikonsumsi bersama dengan protein hewani," ujar Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Walau kaya akan protein dan nutrisi lainnya, kedelai tidak bisa dikonsumsi sendiri. Sebab masih ada komponen nutrisi yang tidak ada di dalamnya. "Konsumsi soya pada anak-anak tetap harus disertai dengan konsumsi makronutrien dan mikronutrien yang seimbang," pungkas dr Ida.
(Utami Evi Riyani)