Jaga Kedaulatan Negara Lewat Senyuman Tegak

MNC Media, Jurnalis
Senin 22 Oktober 2018 17:38 WIB
Garis Batas Negara. (Foto: MNC)
Share :

SUASANA Garis Batas Negara (GBN) di kawasan Patok 3, RT 02/01, Dusun Abadi, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ini tampak sibuk. Beberapa orang warga tampak mengantri menunggu antrian dari pos penjagaan.

Aktifitas ini bukanlah hal yang tabu, sekalipun sederhana, namun empat tentara dari Yonif Raider 613 Raja Alam, Tarakan tampak berjaga. Satu persatu barang bawaan di periksa, mulai dari isi kantong, tas, hingga karung-karungan.

Seorang tentara tampak bersiaga dengan sepucuk senjata yang digengamnya, jari telunjuk tangan kanannya tepat di pelatuk, sementara tangan kirinya memegang selonsong.

Beberapa tentara lainnya, tampak melakukan pengecekan, mulai dari kartu identitas, tujuan, hingga waktu kunjungan. Ada pula yang melakukan pencatatan di lembar buku besar, sedangkan satu tentara lain melakukan pengecekan barang. “Ada keperluan apa macik ke Indonesia,” ucap Pratu Sonny yang bertanya ke seorang pelintas.

Baca Juga: Gaya Samuel Zylgwyn Mengasuh Anak, Pakai Kaus Oblong Layaknya Hot Daddy!

Meskipun tampak bertanya sporadis, namun senyuman selalu terumbar dari wajah-wajah tentara ini. Sesekali keramahan melalui canda tawa terlihat, para pelintas pun tak merasa canggung dan tertekan.

DanPos Aji Kuning (Patok 3), Sertu Imansyah Ramadhani mengatakan meskipun ramah, namun pihaknya tetap waspada. Berlokasi tak jauh dari wilayah negara lain, ancaman kedaulatan dan penyelundupan barang bisa terjadi setiap waktu. Karena itu penjagaan ketat dilakukan pihaknya di wilayah ini.

“Kita akan cek dokumennya. Seperti KTP maupun passport. Kalau kendala tak punya passport atau KTP mati, kita arahkan terlebih dahulu untuk mengurus perbaikan passport tersebut. Dan untuk warga Malaysia yang mau menuju ke sini, otomatis kita laporan kesini juga dan kita cek juga berkas berkasnya seperti dokumen. Jadi apabila mereka tidak punya passport atau KTP, kita minta mereka buat passport dahulu untuk dikembalikan ke negaranya masing masing,” papar Sertu Irmansyah di lokasi.

Sudah hampir dua bulan lamanya Irmansyah berjaga di kawasan Pulau Sebatik. Rasa rindu mendalam kepada ibu di Balikpapan seringkali datang. Sesekali dirinya memanfaatkan waktu senggang untuk melakukan video call saat lepas dinas. Sekedar ‘say hello’ dan menanyakan kabar orang tua dilakukan pria berumur 25 tahun ini.

“Untungnya sih belum menikah,” jelasnya diiringi tawa kecil.

Sebagai tentara penjaga perbatasan, Sertu Irmansyah di tuntut untuk bersiaga penuh 24 jam. Setiap hari ia pun melakukan penjagaan, pengecekan keluar masuk orang dan barang dilakukan. Salah sedikit, ancaman kedaulatan bisa terjadi.

Karena itu, untuk memaksimalkan peran anggota, ia seringkali berkomunikasi dengan sejumlah warga, termasuk para pemuda dan tukang ojeg. Arahan untuk warga Malaysia maupun warga Indonesia yang melintas dilakukan agar terlebih dahulu melewati pos ini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu peran serta warga,” ucapnya sembari mengatakan 60 orang bisa melintas setiap harinya.

Di Pulau Sebatik sendiri, ada 1 SSK berjumlah 72 orang. Mereka tersebar di empat pos, mulai dari Tanjung Aru, Aji Kuning, Bukit Kramat, dan Pos Bambangan. Tak hanya Yonif Raider saja yang berjaga, ada pula dari Satuan Marinir, dan Polri yang ikut melakukan penjagaan. Kondisi pos di Sebatik cukup memprihatinkan, hanya satu pos berukuran 2x3 meter berwarna hijau yang terlihat di kawasan ini.

Baca Juga: Indehoy di Siang Bolong, Pasangan Ini Jadi Tontonan Warga Pasar

Tak ada mesin x ray, anjing penjagaan, maupun petugas imigrasi yang melakukan pengecekan. Sistem perlintasan masih dilakukan secara manual yang mengandalkan buku besar yang ada di meja pos.

Kondisi terik menyengat terlihat, tak ada pendingin ruangan (AC) di kawasan ini. Kesejukan hanya berasal dari Kipas Angin kecil berwarna biru yang dinyalakan setiap pagi.

Meskipun dengan kondisi terbatas, namun para tentara garda depan bangsa bersiaga. Mereka tetap menjalani tugas dengan senyuman, sapa dan keramahan terlihat dari wajahnya. Senjata hitam laras panjang di tentang sebagai bentuk kesiapsiagaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya