Seberapa Efektif Aplikasi Berbasis Kebugaran Memengaruhi Kondisi Kesehatan Seseorang?

Dinno Baskoro, Jurnalis
Minggu 21 Oktober 2018 20:32 WIB
Ilustrasi kebugaran tubuh (Foto: Pinterest)
Share :

TENAGA medis di Asia Tenggara masih sangat sedikit dengan jumlah rata-rata dokter hanya ada 0,6 persen per 1.000 penduduk. Bukan hanya itu, jumlah perawat dan personel kebidanan pun jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.

Tentu jumlah tersebut tak sebanding karena faktanya, permintaan perawatan kesehatan di Asia Tenggara meningkat pesat, terlebih didorong oleh tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pergeseran epidermologis dari penyakit menular ke pola penyakit kronis.

Jika kita melihat secara khusus Indonesia dengan jumlah penduduk yang menyumbang 40% populasi di Asia Tenggara, tentu kondisinya bisa cukup mewakili masalah yang terjadi di Asia Tenggara. Selain personel kesehatan, infrastruktur kesehatan di Indonesia juga kurang berkembang dengan 0,6 tempat tidur di rumah sakit per 1.000 penduduk.

 BACA JUGA:

Benarkah Jadi Istri Dokter Itu Enak? Simak Dulu Faktanya Berikut Ini

Kurangnya tenaga dan infrastruktur medis menuntut masyarakat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia harus bisa menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup sehat. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menjalani hidup sehat atau bahkan sudah tahu, namun malas menerapkan karena merasa sulit terlebih di era digital seperti sekarang ini.

 

"Tren gaya hidup sehat semakin diadopsi oleh orang Indonesia. Kami juga percaya kedepannya tenaga medis dapat mempelajari dan meningkatkan analisa mereka menggunakan platform digital.” jelas Indra Darmawan selaku CEO Lyfe, dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Minggu (21/10/2018).

 

 (Foto:  Ilustrasi)

Melihat fenomena tersebut, tak ayal bermunculan aplikasi kebugaran berbasis online yang dapat mendeteksi hingga merekam gaya hidup seseorang. Namun apakah hasilnya efektif?

Menurut Dr Mitesh Patel dari Medicine and Healthcare Management University of Pennsylvania, manfaat dari aplikasi kebugaran sebenarnya hanya bisa dipetik oleh orang-orang yang dari awal telah memiliki motivasi kuat berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh.

Namun ada beberapa poin yang seharusnya bisa diterapkan sebagai modifikasi dan menunjang kebutuhan seseorang untuk menerapkan gaya hidup sehat berdasarkan keterangan dari Lyfe. Misalnya kemudahan, di mana pengguna bisa mengakses platform tersebut kapan dan di mana pun. Lalu tambahan fitur seperti tantangan kesehatan menarik dengan adanya peringkat, sehingga secara tidak sadar pengguna sudah menerapkan pola hidup sehat secara menyenangkan dalam aktvitas sehari-hari.

 Baca Juga: Indehoy di Siang Bolong, Pasangan Ini Jadi Tontonan Warga Pasar

Mulai dari tantangan klinis seperti menurunkan kadar kolesterol, aktivitas fisik berjalan berapa langkah, lari, berenang ataupun berhenti merokok. Kemudian komparasi fitur multiple-user yang bisa memicu sesama pengguna untuk lebih giat menerapkan gaya hidup sehat. Dengan begitu, hal tersebut dapat menekan angka penderita penyakit kronis.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya