TENAGA medis di Asia Tenggara masih sangat sedikit dengan jumlah rata-rata dokter hanya ada 0,6 persen per 1.000 penduduk. Bukan hanya itu, jumlah perawat dan personel kebidanan pun jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.
Tentu jumlah tersebut tak sebanding karena faktanya, permintaan perawatan kesehatan di Asia Tenggara meningkat pesat, terlebih didorong oleh tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pergeseran epidermologis dari penyakit menular ke pola penyakit kronis.
Jika kita melihat secara khusus Indonesia dengan jumlah penduduk yang menyumbang 40% populasi di Asia Tenggara, tentu kondisinya bisa cukup mewakili masalah yang terjadi di Asia Tenggara. Selain personel kesehatan, infrastruktur kesehatan di Indonesia juga kurang berkembang dengan 0,6 tempat tidur di rumah sakit per 1.000 penduduk.
BACA JUGA:
Kurangnya tenaga dan infrastruktur medis menuntut masyarakat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia harus bisa menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup sehat. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menjalani hidup sehat atau bahkan sudah tahu, namun malas menerapkan karena merasa sulit terlebih di era digital seperti sekarang ini.