Data ini difokuskan pada Wisconsin Longitudinal Study, di mana mereka berhasil mengumpulkan data dari sekitar 10.000 pria dan wanita yang lahir antara tahun 1957 - 2011. Studi tersebut hendak mencatat kecenderungan responden yang sebagian besar berbangsa kaukasia.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan mungkin sedikit lebih penting bagi wanita ketika memilih pasangan jangan panjang," tutur Curtis S. Dunkel, salah seorang penulis studi dari Western Illinois University mengatakan kepada PsyPost.
"Lebih khusus, seorang wanita mungkin mencari pria yang sedikit lebih cerdas daripada dirinya, dan dia menggunakan daya tarik fisiknya untuk mendapatkan suami yang lebih cerdas," sambungnya.
Namun Curtis mencatat bahwa kelompol sampel terdiri dari orang-orang Midwestern Amerika yang lahir pada pertengahan abad ke-20.
(Renny Sundayani)