Kemudian, untuk bisa mencapai masjid ini, Anda bisa melewati jembatan yang dibuat khusus berlantai tegel yang dihiasi lampu-lampu kanan kirinya. Saat berada di jembatan, masyarakat bisa menikmati pemandangan Teluk Palu dan tak hanya itu, Anda juga bisa melihat Jembatan Palu IV yang tak jauh dari sana. Lokasi ini juga biasa dijadikan tempat ngabuburit saat Ramadan.
Lebih lanjut mengenai sejarah masjid ini, menurut beberapa sumber, masjid ini dibangun secara swadaya atas nama umat Muslim. Namun, ada alasan khusus juga kenapa masjid ini didirikan, yaitu untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama.
Datuk Karama sendiri ialah seorang ulama asal Minangkabau, Sumatera Barat. Menurut banyak sumber, dialah yang memegang peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Palu, tepatnya pada abad ke-17.
Kini, masjid ini rusak karena terjangan tsunami akibat gempa berkekuatan 7,4 skala richter. Bagaimana pun, jika dilihat sekilas bangunan masih cukup bagus, tidak banyak yang hancur pada bagian atasnya, bahkan masih berdiri, tapi sudah tidak bisa lagi diakses dan dipergunakan.
(Santi Andriani)