Minum obat bisa dilakukan seumur hidup guna mengendalikan gangguan yang dialami. Masalahnya, pengobatan skizofrenia di banyak negara saat ini masih terhalang banyak stigma negatif yang melekat pada orang-orang dengan skizofrenia dan keluarga mereka.
Akibatnya, sejumlah kasus skizofrenia tidak pernah dilaporkan dan tidak mendapat tindak lanjut secara medis. Menurut WHO, terdapat pengobatan yang efektif untuk skizofrenia dan orang yang terkena dampaknya dapat menjalani kehidupan produktif dan terintegrasi dalam masyarakat.
Penyakit jiwa tersebut sebenarnya dapat diobati dan dikendalikan. Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar orang dengan skizofrenia dapat memiliki pekerjaan yang layak dan menjadi produktif, bahkan memiliki aktivitas lain yang bermakna, menjadi bagian dari komunitas, serta menikmati hidup.
Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia, menyatakan, tidak ada negara yang kebal terhadap tantangan kesehatan jiwa (mental). Forum ini menjelaskan bahwa tidak hanya penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menerapkan kebijakan dan layanan kesehatan jiwa yang lebih baik.
“Tetapi, peran dari semua para pemangku kepentingan terkait juga sangat diperlukan untuk mengubah perilaku orang dengan gangguan jiwa dan keluarga mereka,” ungkap Lakish.
(Helmi Ade Saputra)