2. Perubahan hormon
Selain dipengaruhi oleh usia, kebotakan juga dipicu oleh peningkatan hormon kebotakan DHT (dihydrotestosterone) dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan dengan mengubah testosteron menjadi dihydrotestosterone oleh bantuan enzim tertentu. Sekitar 10% testosteron dalam tubuh pria akan diubah menjadi dihydrotestosterone. DHT menyebabkan folikel mengecil hingga tidak ada rambut yang tumbuh lagi di dalamnya.
Sebuah penelitian menemukan bahwa folikel dari kulit kepala yang botak mengandung kadar hormon DHT yang lebih tinggi daripada hormon DHT pada kulit kepala yang tidak botak. Beberapa peneliti percaya bahwa pola kebotakan pada beberapa pria disebabkan oleh tubuh mereka yang lebih sensitif terhadap kadar androgen (terutama DHT) normal yang diwariskan secara turun temurun.
Hormon DHT juga bisa ditemukan pada perempuan.
3. Riwayat keluarga
Faktor genetika memainkan peran dalam garis rambut sekitar dahi yang lebih mundur. Pria dengan riwayat keluarga dengan kebotakan lebih mungkin mengalami kerontokan rambut. Bahkan mungkin mengikuti pola yang sama dengan generasi sebelumnya.
4. Obat atau perawatan