Pada kasus sengatan listrik yang dialami anak-anak, biasanya mereka rentan tersengat aliran listrik tegangan rendah 100-220 volt, yang ditemukan dalam arus listrik rumah tangga. Lebih lanjut, anak yang masih berusia 12 tahun atau lebih kecil, alat-alat elektronik atau kabel listri yang bisa menyebabkan sengatan listrik dan cedera sekira 63 persen dalam satu penelitian.
Dalam merawat orang yang terkena sengatan listrik, kita tidak boleh asal, karena lukanya berbeda dengan kecelakaan lain yang masih berada di kawasan rumah. Masih dari sumber yang sama, guncangan tegangan rendah dan singkat biasanya tidak memerlukan perawatan jika tidak ada luka bakar atau syok. Namun, jika korban syok karena listrik bertegangan tinggi, memiliki luka bakar, maka cari perawatan di bagian gawat darurat rumah sakit.
Sengatan listrik memang bisa terjadi kapan saja, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Bagi kamu yang sudah menjadi orangtua, sebagian peristiwa kesetrum pada anak terjadi karena kabel listrik, maka periksalah kabel daya dan kabel ekstensi, dan ganti kabel yang telah mencuat komponennya.
10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!
Selanjutnya, jangan biarkan anak-anak bermain dengan kabel listrik apa pun, batasi penggunaan kabel ekstensi dan pastikan kabelnya diberi nilai arus terukur dalam amp, yang akan ditarik oleh perangkat yang diberi daya, gunakan pernutup saluran keluar untuk melindungi bayi dari menjelajahi outlet listrik, perbarui outlet listrik yang sudah tua. Sedangkan, untuk orang dewasa, orang yang bekerja dengan listrik selalu memeriksa daya dimatikan sebelum mengerjakan sistem kelistrikan, hindari penggunaan perangkat listrik di dekat air, dan hati-hati berdiri di air ketika bekerja dengan listrik.
(Santi Andriani)