Tentunya setiap karakter cacing ini memiliki keunikan tersendiri. Cacing Malayi yang notabene terdapat di sebagian besar pulau di Indonesia akan menyerang tungkai bawah manusia. Hal inilah yang nantinya kita sebut dengan kaki gajah. Sedangkan dua tipe cacing lainnya yakni Bancrotti dan Timori akan menyerang tungkai dan alat kelamin. Tentunya hal ini akan semakin memburuk, dimana cacing-cacing penular penyakit ini menyerang organ vital manusia.
Anggota National Task Force Filariasis, Prof.Dr.Dra.Taniawati Supali menjelaskan bahwa penyakit filariasis ini akan sangat mengganggu dan menghambat aktivitas sehari-hari manusia. Seseorang akan menjadi sulit untuk bergerak dan biasanya menjadi kurang percaya diri terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, jika dibiarkan semakin lama, filariasis akan menekan pembuluh darah. Akibatnya peredaran darah menjadi tidak lancar. Ia pun membagikan beberapa tips bagi para penderita penyakit filariasis/kaki gajah agar tidak merasa nyeri.
“Filariasis akan menekan pembuluh darah sehingga kaki penderita harus berada di atas atau lebih tinggi dari tubuh Anda saat tidur. Sementara jika sang penderita sedang duduk, maka kaki harus sering digerakkan agar peredaran darahnya lancar,” tegas Prof Taniawati, saat diwawancarai Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).