PEMAHAMAN masyarakat Indonesia akan risiko penyakit menular berbahaya memang harus gencar disosialisasikan. Sebagian masyarakat Ibu kota memang telah mengerti akan risiko penyakit tersebut, namun tak sedikit masyarakat yang masih awam dan tidak mengetahui akan bahaya penyakit tersebut.
Salah satu penyakit menular berbahaya adalah filariasis atau biasa disebut kaki gajah. Beberapa wilayah di tanah air masih masuk dalam bagian daerah endemik penyebaran filariasis. Berdasarakan data yang diberikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, sulawesi dan bagian timur Indonesia masih rawan akan penyakit filariasis.
Daerah yang sebagian besar dinyatakan sebagai wilayah non endemik filariasis adalah Pulau Jawa, Bali dan sebagian wilayah selatan Sumatera. Penyebaran parasit filariasis juga berbeda beda di setiap wilayahnya.
Secara keseluruhan ada tiga macam cacing, yakni Malayi, Bancrotti dan Timori. Cacing Malayi merupakan spesies yang paling banyak dijumpai di Indonesia, penyebarannya meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sementara cacing Bancrotti hidup di seluruh Pulau Jawa dan wilayah Papua. Yang terburuk adalah daerah Timor yang terinfeksi oleh cacing Timori dan Bancrotti.