Perempuan Wajib Waspadai Hipertensi Paru, Ini yang Harus Diperhatikan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 24 September 2018 14:59 WIB
Ilustrasi (Foto: Livestrong)
Share :

PEREMPUAN mesti semakin waspada dengan kesehatan. Selain kanker payudara dan kanker serviks, kini ada penyakit lain yang paling banyak menyerang perempuan, yaitu Hipertensi Paru.

Menurut catatan Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YPHI), penyakit ini lebih sering diderita anak-anak hingga usia dewasa pertengahan. Masalah kesehatan ini juga sering terjadi pada perempuan dengan perbandingan 9:1 dengan mean survival sampai timbulnya gejala penyakit sekitar 2 hingga 3 tahun.

Ada alasan khusus kenapa akhirnya masalah hipertensi paru ini lebih banyak menyerang anak-anak dan perempuan. Dijelaskan Ahli Hipertensi Paru dr. Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpPJ, karakter penyakit di Indonesia berbeda dengan negara lain. Kalau di Indonesia, masalah ini masih belum banyak dikenali dan itu juga yang membuat penanganan menjadi terlambat dan faktor penyebab lainnya adalah penyakit jantung bawaan (pjb).

Nah, pjb ini yang ternyata banyak dialami pada perempuan dan anak-anak. "Di beberapa penyakit memang ada kecenderungan penyakit hanya dialami pada laki-laki atau pada perempuan. Pada penyakit pjb, anak-anak dan perempuan menjadi kelompok paling banyak," terangnya saat ditemui Okezone di diskusi publik Hipertensi Paru di kawasan Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Perlu Anda ketahui, di Indonesia sendiri, penyakit Hipertensi Paru paling banyak disebabkan oleh pjb. Meski pun sudah dapat dikenali sejak dini, masalah ini tetap bisa menjadi penyebab munculnya masalah Hipertensi Paru.

Selanjutnya, dr Kris menjelaskan bahwa masalah kenapa perempuan paling banyak mengidap pjb masih terus diselidiki. "Beberapa teori menjelaskan bahwa pjb ini berkaitan dengan hormon yang dimiliki perempuan, tapi ini pun belum bisa dipastikan," tegasnya.

Selain pjb, perempuan rentan mengalami lupus atau penyakit auto imun yang mana penyakit ini juga berisiko membawa Anda pada masalah hipertensi paru. "Jadi, masalah hipertensi paru tidak hanya karena pjb, tapi bisa karena masalah autoimun atau juga karena virus HIV," ungkapnya.

Sementara itu, apa sih tanda awal dari masalah ini?

Dijelaskan Ahli Hipertensi Paru RS Harapan Kita Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, SpJP(K), Fascc, FAPSC, FACC, gejala utama yang bisa Anda kenali sebagai penyakit hipertensi paru adalah munculnya sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya.

"Jadi, Anda merasa sesak napas secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Kalau sudah begini, Anda jangan diam saja. Pemeriksaan awal mungkin bisa dilakukan dengan menemukan masalah irama jantung dengan stetoskop," paparnya.

Jika belum yakin, Anda boleh melakukan pemeriksaan lanjutan dengan rekam jantung. "Di pemeriksaan ini Anda akan mengetahui adanya pembengkakan pada jantung kanan karena organ tersebut bekerja lebih keras," sambung Prof Bambang. Malah, dia melanjutkan, pada pasien yang tidak memiliki riwayat sesak napas tanpa sebab sebelumnya, dengan rekam jantung akan terlihat kalau mereka mengalami masalah ini.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya