Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kemenpar Profesor I Gede Pitana mengatakan, Kemenpar memang saat ini sedang terus menggenjot promosi MICE. Dia ingin MICE tidak hanya banyak dan fokus di tiga kota yakni Bali, Jakarta, Yogyakarta.
"Namun harusnya juga maju di kota-kota lain. Karena di kota lain destinasi kita juga sudah siap. Apalagi wisatawan MICE spending moneynya sangat tinggi yang akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat," kata Pitana yang juga diamini Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Iyung Masruroh.
Iyung menambahkan, wisata MICE bisa menjadi unggulan. Data travel trend report UNWTO mencatat di tahun 2016, total perjalanan wisata di dunia mencapai 1,235 miliar orang, 24 persennya sekitar 296,4 juta diantaranya adalah Business Traveller yang melakukan kegiatan MICE.
MICE juga diprediksi mampu meningkatkan daya saing kepariwisataan Indonesia dan meningkatkan pendapatan devisa. Karena spending wisatawan MICE adalah 7 kali lipat lebih banyak dari wisatawan biasa atau leisure traveller.
"Dan di pameran MICE terbesar di Asia Pasifik inilah salah satu momentum yang akan kami ambil. Appoinment di pameran ini sudah sangat terukur, karena buyers dan sellers sudah membuat janji pertemuan yang akan berujung kepada kesepakatan untuk datang dan melakukan wisata MICE di tanah air," kata Iyung.