SALAH satu kuliner yang paling diminati di pulau Borneo adalah menu Lek Tau Suan, atau disebut juga bubur kacang hijau bercampur cakwe garing. Saat disajikan, aroma harum daun pandannya begitu terasa mengiringi kilauan kacang hijau yang kulitnya sudah dikupas dalam porsi menu tersebut.
Sejatinya, Lek Tau Suan adalah makanan khas Tionghoa, namun kuliner itu kini telah menjelma menjadi bagian dari menu khas yang sering dikonsumsi masyarakat Pontianak.
"Jadi ini sebenarnya makanan warisan budaya Tionghoa, namun ada perpaduan dimana ada cakwe garing khas Pontianak di dalamnya," tutur Ahaw, pemilik booth makanan Lek Tau Suan, kepada Okezone di Festival Kuliner Serpong (FKS), Summarecon Mal Serpong, Sabtu 15 September 2018.
Jika diterjemahkan, Lek Tau artinya kacang hijau, dan Suan adalah mutiara. Sehingga jika kedua kata dipadukan, memiliki makna kacang hijau yang berkemilau. Istilah itu diasumsikan, dari kilauan kacang hijau yang telah dikupas kulitnya, lalu disajikan dalam menu kuah kental tersebut.