DALAM mempertahankan sebuah hubungan, dibutuhkan kepercayaan, kesetiaan dan mau menerima kekurangan satu sama lain. Tak ada hubungan yang berjalan mulus, karena selalu ada masalah kecil yang menguji keutuhan cinta Anda dan pasangan.
Namun, tidak semua pasangan pada akhirnya berhasil melalui berbagai cobaan tersebut. Banyak juga yang berakhir patah hati. Bagi sebagian orang, patah hati pun akan menyebabkan reaksi fisik, emosional dan bahkan mental.
Lantas, apa saja sih pengaruh putus cinta terhadap tubuh? Dilansir Okezone dari Boldsky, inilah beberapa reaksi yang akan dialami tubuh pasca-putus.
Baca Juga: Melenggang di New York Fashion Week, Putri Madonna Pamer Kaki Penuh Bulu
1. Memicu Kecemasan
Putus dengan kekasih akan dirasakan sebagai stres oleh tubuh Anda. Respon yang akan mencakup pikiran yang kalut, kekakuan dan konsentrasi buruk. Patah hati juga akan memicu kecemasan kronis dan jika kondisi ini diabaikan, itu bisa berubah menjadi depresi.
2. Nafsu Makan Berkurang dan Insomnia
Hal yang biasa dialami seseorang yang baru putus cinta adalah tidak nafsu makan dan sulit tidur. Tubuh akan melepaskan hormone stres yang mengalihkan darah dari sistem pencernaan. Ini dapat memicu kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS) yang akan membuat makan berlebihan atau tidak nafsu makan.
Fenomena umum yang sering dialami ketika putus cinta lainnya adalah susah tidur atau insomnia. Tak jarang ada juga yang mengalami hypersomnia yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
3. Melepas Neurotransmitter Dopamine
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Columbia menemukan bahwa, putus cinta secara signifikan akan mempengaruhi otak sama dengan bagaimana kokain mempengaruhi otak Anda.
Sebuah neurotransmiter yang disebut dopamine dilepaskan oleh beberapa bagian otak. Hormon ini berperan penting bagi otak dan tubuh. itu akan membuat kita terobsesi dengan orang yang paling disukai.
4. Meningkatkan Hormon Kortisol
Kortisol adalah hormon stres yang dilepaskan ketika seseorang sedang mengalami stres berat dan kadar glukosa darah rendah. Putus cinta adalah stres jangka panjang yang menyebabkan hormone kortisol tetap berada dalam tubuh untuk jangka waktu yang lama. Ini akan menyebabkan kelelahan fisik, kecemasan, ketakutan sampai depresi.