Dia melanjutkan, makanan berkadar lemak tinggi menyebabkan penundaan pengosongan lambung yang berakibat munculnya GERD. Keluhan itu tidak hanya terjadi pada pasien, tapi juga kalangan medis.
Baca juga: Kimberly Tandra Pukau Penonton New York Fashion Week saat Bawa Nuansa Bendera Indonesia
Prevalensi GERD, menurut hasil studi Prof Ari terhadap dokterdokter di Indonesia, didapatkan mencapai 27,4%. “Padahal, apabila dibiarkan, GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi,” ungkapnya.
Hal ini terjadi karena asam lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan sehingga yang awalnya hanya berupa perlukaan, lama-kelamaan luka semakin luas dan bisa menyebabkan penyempitan kerongkongan bawah.
Baca juga: Kerap Merinding? Artinya Anda Berprestasi & Lebih Bahagia