Salah satu contohnya, seorang mahasiswi di Sidney. Ialah Gemma, mahasiswi berusia 19 tahun, seorang “Sugar Baby” dari “Sugar Daddy” berusia 38 tahun. Gemma sendiri bergabung di situs Seeking Arrangement sejak Juni 2017, dengan niatan awal hanya karena merasa penasaran. Menjadi seorang “Sugar Baby”, Gemma mengaku ia dibanjiri hadiah-hadiah dan diberi uang saku mingguan. Nominalnya pun terbilang besar, senilai USD1000 atau sekira Rp14,8 juta, seperti dilapor Dailymail, Kamis (13/9/2018).
Sebagai gantinya, Gemma dan sang “Sugar Daddy” bertemu untuk berkencan satu kali dalam satu bulan, sambil sesekali berbincang melalui sambungan telefon. Menjadi seorang “Sugar Baby”, namun Gemma mengaku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan sang “Sugar Daddy”.
“Dia tinggal di negara bagian lain, jadi hubungan kami didominasi oleh komunikasi lewat telefon. Aku tidak pernah intim dengan dirinya. Hubunganku dengan Sugar Daddy tidak seperti escort atau berhubungan badan. Komponen finansial adalah bagian yang sangat kecil dalam hubungan ini,” ungkap Gemma.
Meski Seram, Valak Tak Lolos dari Meme Netizen
Gemma menjelaskan, ketika bertemu untuk berkencan, ia dan sang “Sugar Daddy” hanya pergi ke luar berkencan di kedai kopi dan makan siang, atau pergi berbelanja. Ketika berbelanja, sang “Sugar Daddy” disebutkan akan membelikan Gemma semua barang-barang mewah yang notabene biasanya disukai oleh kaum Hawa, mulai dari baju-baju, tas, hingga sepatu-sepati rancangan desainer yang mana harganya pastinya tidaklah murah.