SUNAN Gunung Djati merupakan tokoh penyebar agama Islam yang sangat unik. Beliau selain dikenal sebagai seorang Wali, juga merupakan pemimpin dan pendiri Kesultanan Cirebon. Semua kisahnya dimuat dalam bentuk manuskrip yang berusia ratusan tahun, dan salah satunya berada di Museum Situs Patilasan Panembahan Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Ada hal menarik dari manuskrip tersebut. Selain makna dari tiap bait aksaranya yang berharga, manuskrip ini juga tidak bisa disentuh secara sembarangan. Jika kita nekad melakukan itu, maka bersiaplah untuk mengalami muntah darah, atau bahkan kematian.
Viral Penampakan Pocong di Warteg, Netizen : Auto Merinding
Hal itu pernah menimpa salah satu anggota keluarga R Hasan Ashari (53). Beliau sendiri merupakan pimpinan museum dan masih memiliki darah bangsawan dari Keraton Kasepuhan serta Kanoman.
Hasan menceritakan awal mula kejadian itu. Dulu mendiang Kakeknya secara tidak sengaja membuka peti yang berisi ratusan manuskrip. Ketika membukanya, si Kakek langsung mengalami muntah darah.