Lalu, As Suyuthi mengatakan: dinamakan syahrullah (sementara bulan yang lain tak mendapat gelar ini) karena nama bulan ini “Al Muharram” adalah nama-nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama “Shafar Awwal”, kemudian ketika islam datang, Allah mengganti nama bulan tersebut dengan Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah).
Ustadz Fauzan menambahkan, bulan ini juga sering dinamakan dengan Syahrullah Al ‘Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian karena sangat terhormatnya bulan ini. Oleh karena itu, tak boleh ada sedikitpun riak dan konflik di bulan ini.
Sementara itu, Ustadz Fauzan menjelaskan bagaimana awal perhitungan dalam kalender Islam. Menurutnya, para ulama bersepakat bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain selain Ramadhan.
Namun demikian, mereka berbeda pendapat. Bulan apakah yang paling afdhal diantara keempat bulan haram yang ada?
Imam Hasan Al Bashri dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram”.
(Dinno Baskoro)