Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau. Ya Allah! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan-MU yang agung dan kedermawanan-MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba: kami mohon kepada-MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-MU dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!
Dalam beberapa referensi, setelah Anda membaca doa tersebut, maka setan akan berkata; “Orang yang membaca doa ini telah meminta perlindungan kepada Allah sepanjang sisa umurnya. Dan dua malaikat telah dipercaya untuk menjaganya dari aku dan para pengikutku."
Begitu juga yang diterangkan Ustadz Fauzan. Menurutnya, ketika Anda membaca doa akhir tahun sebelum fajar terbenam, berarti Anda mengakhiri tahun ini dengan khusnul khotimah. Kemudian, ketika Anda membaca doa awal tahun, maka Anda berharap bisa menjalani tahun baru ini dengan selalu dilindungi Allah SWT.
Di lain sisi, Syekh Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, salah seorang ulama besar yang ikut meriwayatkan doa awal tahun, menuturkan; “Guru-guruku tidak pernah luput berwasiat untuk selalu membaca doa tersebut. Dan aku belum pernah melewatkan doa itu sepanjang hidupku," terangnya.
Sementara itu, Okezone mempertanyakan bagaimana dengan tradisi tahlilan yang dilakukan setelah membaca doa awal tahun?
Ustadz Fauzan menegaskan hal tersebut boleh dilakukan. "Itu adalah tradisi baik masyarakaf Indonesia. Di beberapa negara Islam juga ada yang melakukan pembagian zakat untuk fakir miskin dan juga membaca al-quran bersama-sama. Jadi, ini adalah tradisi yang tidak salah jika ingin dilakukan. Malah, tradisi baik seperti ini sebaiknya terus dipelihara oleh masyarakat Indonesia," ungkapnya.
(Santi Andriani)