INDIA patut bangga dengan perolehan medali perak dari cabang olahraga bulutangkis kategori tunggal putri di Asian Games 2018. Medali tersebut dipersembahkan oleh atlet berusia 23 tahun, Pusarla Venkata Sindhu (PV Sindhu).
Sindhu mendapatkan medali perak setelah dikalahkan oleh pebulutangkis putri peringkat satu dunia, Tai Tzu Ying pada Selasa lalu di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun sebelumnya Sindhu telah membuat India beberapa kali merasa bangga karena pencapaian mengesankan di event olahraga internasional.
Dilansir dari Nextshark, Jumat (31/8/2018), Sindhu pertama kali dikenal oleh publik internasional setelah masuk ke dalam 20 besar Peringkat Dunia BWF pada September 2012 saat usianya 17 tahun.
Baca Juga: Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda
Di Olimpiade Rio 2016, wanita yang lahir di Hyderabad, Telangana, India ini menjadi wanita India pertama yang mendapatkan medali perak olimpiade. Dari sana, Sindhu menjadi atlet yang cukup populer di India.
Kini, ia berada di antara atlet wanita dengan bayaran tertinggi tahun 2018. Dalam daftar yang dikeluarkan Forbes baru-baru ini, Sindhu mencatatkan penghasilan USD8,5 juta (setara dengan Rp126 miliar) dari Juni 2017 hingga Juni 2018. Sebanyak USD500 ribu merupakan total hadiah yang didapatkan, sementara USD8 juta diperoleh dari sponsor dan lainnya.
Sindhu berada di urutan ke-7 atlet wanita berpenghasilan tertinggi dengan peringkat pertama diduduki oleh Serena William (USD18,1 juta atau setara Rp268 miliar). Di peringkat kelima ada bintang tenis Maria Sharapova (USD10,5 juta atau setara Rp155 miliar) dan keenam adalah Venus William (USD10,2 juta, setara dengan Rp151 miliar).
Baca Juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona
Nama Sindhu berada di atas atlet tenis dunia Simona Halep yang menduduki peringkat ke-8 dengan penghasilan USD7,7 juta atau setara dengan Rp114 miliar.
Kini Sindhu telah memperoleh belasan medali dalam pertandingan internasional untuk India. Dengan perolehan medali perak di Asian Games 2018, bukan tidak mungkin bayaran Sindhu akan lebih banyak di tahun depan.
(Martin Bagya Kertiyasa)