KEBUDAYAAN dan kepercayaan masyarakat Indonesia meski sudah modern tetap tidak bisa dijauhkan dari hal-hal klenik. Ritual-ritual yang terkait dengan kepercayaan akan roh-roh tidak terlihat masih dilakukan oleh beberapa orang, termasuk bertapa di gua-gua.
Salah satu lokasi yang kerap dijadikan pertapaan ialah Alas Purwo. Taman nasional yang ada di dua kecamatan sekaligus, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Kalipuro ini disebut-sebut sebagai lokasi konservasi dan wisata yang eksotik juga mistik.
Dikatakan eksotis karena Taman Nasional Alas Purwo dihuni oleh flora yang jumlahnya sekira 580 dan fauna sekira 50 jenis, berada di seluruh hutan yang terbagi atas empat zona wilayah, di antaranya zona intin, zona rimba, zona pemanfaatan, dan zona penyangga. Tidak hanya cukup di situ saja, taman nasional yang luasnya mencapai 43.420 hektar dan berada di ketinggian 322 meter di atas permukaan laut tersebut diyakini sebagai hutan tertua di Pulau Jawa.
Baca juga: Cerita Rakyat Nusantara! Percintaan, Mistis hingga Legenda
Keeksotisan Taman Nasional Alas Purwo juga disumbang dari jenis-jenis burung yang berkeliaran dengan bebas di langitnya. Dari sumber yang Okezone himpun, ada sekira 236 jenis burung darat dan air, lima di antaranya, yaitu ayam hutan, kangkareng, rangkok, merak, dan cekakak Jawa.