Karre yang dianggap masih tradisional, masih menggunakan tungku kayu terbuka yang dibuat di atas tanah dan memasaknya pun di tengah-tengah sawah. Untuk membuat api, Karre memanfaatkan kayu-kayu bakar dan daun kering yang ada di sekitarnya.
Meskipun masih menggunakan cara konvensional, Karre tetap bisa berkreasi dengan menu-menu kekinian ala restoran. Dengan prinsip "Masak banyak atau pulang" Karre memasak tidak hanya untuk keluarga dan dirinya sendiri, tapi juga untuk dia bagikan ke orang-orang di sekitarnya.
Tidak cukup sampai di situ saja kemampuan Karre, sebab ia pun dapat membuat ayam semangka dengan cara masak dipanggang di atas bara api, omelet tomat, chicken drum stick, quail fry, hingga sandwich tetap dengan cara jadul yang jadi andalannya.
(Renny Sundayani)