Masa depan terjamin?
Di luar keberhasilan Norwegia, ada sejumlah perhatian bagaimana negara ini melanjutkan kesuksesannya.
Tingkat penerimaan kerja generasi muda menurun, berdasarkan kajian terakhir OECD bertajuk Investing in Youth: Norway.
Baca juga: Begini Sosok Mertua Tasya Kamila yang Ternyata Sosialita Tajir, Temannya Kebanyakan Selebriti!
Penelitan itu menyatakan, jumlah peluang kerja untuk warga berusia 15 hingga 29 tahun tidak setara dengan kebtuhan populasi kaum muda yang membengkak, meningkat 18% antar 2007 dan 2016.
Lebih dari 4/5 penyebab situasi itu adalah imigrasi dan tingkat pengangguran di antara populasi yang lahir di luar Norwegia kini sekitar 10%.
Kristian Heggebø, peneliti senior di Pusat Perburuhan dan Penelitian Kesejahteraan di Universitas Metropolitan Oslo, menyebut meski pelajar asing yang berpendidikan baik dan buruh migram dari negara Eropa cenderung sukses di pasar tenaga kerja, terdapat kecenderungan tinggi yang terus-menerus soal diskriminasi etnis minoritas.
Baca juga: Pasta Gigi Bisa Dipakai untuk Mengencangkan Payudara, Benarkah?
"Dalam beberapa hal barangkali karena kualifikasi yang rendah, tapi tidak dipungkiri bahwa isu diskriminasi ini ada di sisi permintaan tenaga kerja, bukan penawaran," ujarnya.
Heggebø berkata, terdapat bukti empiris kuat yang menunjukkan bahwa meski tingkat imigrasi meningkat selama dua dekade terakhir, banyak orang di negara itu masih skeptis untuk mempekerjakan orang yang tak berlatar belakang Norwegia.
Bahkan generasi kedua imigran yang meraih gelar pendidikan dari negara Nordik susah payah mendapatkan akses ke pasar tenaga kerja, kata Heggebø.
Menurutnya, daftar riwayat hidup tanpa nama pada tahap awal rekrutmen karyawan dapat menjadi solusi krusial dalam situasi itu.
(Fakhri Rezy)