Waspada, Mayoritas Penularan Hepatitis Terjadi Saat Persalinan

, Jurnalis
Sabtu 28 Juli 2018 10:47 WIB
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan menyatakan 95 persen penularan hepatitis B terjadi dari ibu sebagai penderita hepatitis B kepada anaknya pada saat persalinan.

"Kita harus eliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke anak," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Wiendra Waworuntu.

Wiendra dalam Temu Media tentang Hepatitis dengan tema "Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa", mengemukakan bahwa vrus hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi.

Penyebab penyakit hepatitis antara lain virus hepatitis, perlemakan pada organ hati, parasit, minum minuman beralkohol dan penggunaan obat-obatan yang tidak benar. Virus hepatitis merupakan penyebab terbanyak dari penyakit tersebut.

Cara penularan virus hepatitis adalah melalui kotoran dan mulut untuk hepatitis A dan E, sementara hepatitis B, C dan D ditularkan melalui kontak cairan tubuh.

Penularan hepatitis melalui kontak cairan tubuh dapat terjadi antara lain melalui seorang ibu penderita hepatitis kepada anak yang akan dilahirkan, transfusi darah dan organ tanpa skrining, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual yang tidak aman, dan kontak dengan darah dari penderita hepatitis.

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hanifah Oswari mengatakan penularan hepatitis B di Asia terutama terjadi dari ibu kepada bayinya.

"Penularan dari ibu ke bayi yang paling sering adalah saat bayi lahir," ujar Hanifaf yang juga Konsultan Gastrohepatologi Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Pada ibu yang menjadi pembawa virus hepatitis B dan pasien hepatitis B kronik, maka potensi penularan tinggi terhadap bayi yang dikandung, yakni 85 sampai 90 persen.

"Di Asia termasuk di Indonesia yang paling besar itu penularan secara vertikal dari ibu hamil ke bayinya. Kalau ini tidak kita bereskan, tidak putus-putus, rantainya tidak hilang-hilang," tuturnya.

(Baca Juga: Kenalin Nih Tukang Sunat Tercantik Sedunia, Mau Disunat Lagi?)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya