Jalur Kereta Api Hejaz, Wakaf Umat Islam Seluruh Dunia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 27 Juli 2018 16:30 WIB
Foto: Amanda Ruggeri
Share :

Setelah jalur Damaskus-Medina selesai, rencana selanjutnya adalah memperpanjang jalur utara menuju Konstantinopel, ibukota Ottoman, dan jalur selatan ke kota Mekkah itu sendiri.

Tetapi keberadaan jalur kereta api yang diharapkan dapat menyatukan dunia Islam itu tidak berakhir di sana.

Yang menarik, proyek transportasi massal itu dibiayai sepenuhnya oleh sumbangan umat Muslim, yaitu diambil dari pajak kekaisaran Ottoman - dan tanpa investasi asing.

Akibatnya, hingga sekarang, rute tersebut dianggap sebagai wakaf oleh umat Muslim.

"Jalur kereta itu bukan dimiliki negara, bukan milik perorangan, tapi milik umat Islam di dunia, "kata Azmi Nalshik, pimpinan jalur kereta api Jordan Hejaz. "Ini seperti masjid: itu tidak bisa dijual."

"Semua Muslim di dunia - bahkan dari Indonesia atau Malaysia - dapat mengklaim 'Saya punya saham di sini'," kata Nalshik.

Hak atas foto Amanda Ruggeri

Bagi Sultan Abdul Hamid II, menyatukan dunia Muslim bukan hanya semata keharusan spiritual, tetapi juga memiliki manfaat praktis.

Selama beberapa dekade sebelum jalur perkeretaapian dibangun, sejumlah kekaisaran yang menjadi musuhnya telah menggerogoti wilayah kekuasaan Ottoman.

Prancis mencaplok Tunisia; Inggris menguasai Mesir; Rumania, Serbia dan Montenegro memilih merdeka.

Dengan menghubungkan seluruh masyarakat di berbagai wilayah yang dikuasai Ottoman, sultan ingin menyatukan tidak hanya dunia Muslim - tetapi juga demi kepentingan kekaisarannya.

Dan pada tahun 1908, setelah diresmikan, kereta api pun melaju kencang dari Damaskus ke Madinah. Tetapi pada tahun berikutnya, sultan digulingkan.

Hak atas foto Amanda Ruggeri

Saat ini, Kekaisaran Ottoman tinggal menjadi kenangan.

Berbeda dengan zaman Ottoman yang hanya satu wilayah, saat ini jalur kereta api itu melalui lima negara berbeda, yaitu Turki, Suriah, Yordania, Israel, dan Arab Saudi.

Dan walaupun pada tahun 1914, kereta ini dapat membawa 300.000 penumpang, masa kejayaan jalur kereta api Hejaz Railway hanya berlangsung satu dekade.

Dalam Perang Dunia I, Turki menggunakan jalur kereta api itu untuk kepentingan militernya dan konflik memotong jalurnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya