Singapura
Negeri Singa punya angka kesuburan paling rendah di dunia, yakni 0,81 anak per satu orang ibu. Pada 9 Agustus 2012, pemerintah mengadakan Malam Nasional hasil kerjasama dengan produsen permen Mentos untuk mendorong para pasangan agar berhubungan badan.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan pembatasan apartemen satu kamar agar lebih banyak menyediakan hunian bagi para pasangan. Setiap tahun, pemerintah Singapura menghabiskan USD1,6 milyar hanya untuk program yang mendorong penduduknya agar lebih banyak berhubungan seks.
Korea Selatan
Sama seperti Jepang, perekonomian Korea Selatan tumbuh begitu pesat. Pertumbuhan pesat itu sayangnya diiringi oleh keengganan masyarakat untuk berhubungan badan dan menikah karena tuntutan pekerjaan serta belum terpenuhinya kebutuhan secara ekonomi.
Korea Selatan lantas menetapkan Hari Keluarga setiap Rabu pekan ketiga. Pada hari itu, semua bangunan di Negeri Ginseng, terutama perkantoran, wajib mematikan lampu mulai pukul 19.00. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat rajin untuk berhubungan seksual.
Angka kesuburan di Korea Selatan termasuk mengkhawatirkan, yakni 1,25 anak per satu orang ibu. Karena itu, pemerintah berusaha untuk mendorong agar para pasangan memiliki lebih dari satu orang anak.
Italia
Dengan tingkat kesuburan hanya 1,43, sedikit di bawah rata-rata Eropa 1,58, Italia menghadapi ancaman penyusutan penduduk. Negeri Pizza lantas gencar melakukan berbagai kampanye dengan jargon unik agar penduduknya mau punya anak.
(Utami Evi Riyani)