Lalu mengapa memakai beruang? Produsen sepertinya ingin memunculkan produk yang mudah melekat di benak masyarakat serta berbeda dari kebanyakan produk susu yang beredar. Sebut saja susu sapi, susu kambing, atau bahkan susu kuda liar yang lebih dahulu tenar di Indonesia.
Label susu beruang pun hanya dipakai oleh pemegang merk di kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia. Lain halnya dengan sapi, kambing, dan kuda liar, yang benar-benar diperah dari hewannya, susu beruang tidak demikian.
Karena penasaran dengan nama ‘susu beruang’ maka masyarakat hampir pasti akan mencobanya. Pada dasarnya, manusia memang menyukai suatu produk yang dikemas ‘out of the box’ atau di luar kebiasaan meski isi atau kontennya tidak jauh berbeda dengan produk yang sudah beredar luas.
(Helmi Ade Saputra)