Penelitian tidak berhenti sampai di situ. Selanjutnya, peserta penelitian yang berasal dari kelompok "status lebih tinggi" diminta untuk menampilkan sifat murah hati mereka. Di sini empati mereka terhadap lingkungan sosial diuji.
"Untuk individu yang berasal dari status lebih tinggi, cara untuk mencapai kekayaan tampaknya menjadi faktor kunci yang menentukan tingkat kemurahan hati. Mereka yang mendapatkan kekayaan melalui usahanya sendiri memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempertahankan kekayaan untuk dirinya sendiri dibandingkan dengan mereja yang berstatus lebih rendah dan harus bekerja dengan orang lain untuk meningkatkan kekayaannya," ungkap penulis utama penelitian Dr Magda Osman seperti yang dikutip dari Independent, Sabtu (30/6/2018).
Salah satu kunci utama dari penelitian ini adalah bahwa mereka yang “berstatus lebih rendah” bersedia mengambil risiko yang jauh lebih besar dengan memasukkan uang ke kotak karena tidak dapat menjamin jika orang lain melakukan hal yang sama. Selain itu, tim peneliti juga mencatat bahwa empati memiliki dampak yang sangat kecil pada keputusan peserta selama penelitian.
“Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa empati tidak memiliki pengaruh dalam mempromosikan perilaku pro-sosial, seperti menyumbang dalam kotak. Ini menjadi penting karena ada banyak klaim jika empati adalah perekat yang mengikat seseorang untuk melakukan tindakan sosial. Dari hasil penelitian terungkap ketika uang dianggap penting, maka empati hampir tidak berperan dalam meningkatkan perilaku pro-sosial," pungkas Dr Magda.
(Renny Sundayani)