Orang yang Berpenghasilan Cukup Lebih Mudah untuk Berbagi, Ini Penjelasan Ahli

Tiara Putri, Jurnalis
Sabtu 30 Juni 2018 17:24 WIB
Berbagi dengan sesama (Foto: Independent)
Share :

HARTA tidak akan dibawa mati. Tentu banyak di antara Anda yang pernah mendengar ungkapan tersebut. Ungkapan ini seakan menjadi pengingat bahwa meskipun hidup bergelimang harta, kita tidak boleh lupa dengan orang-orang di sekitar yang membutuhkan.

Dalam setiap agama ada ajaran untuk memberikan sedikit harta yang dimiliki kepada mereka yang hidupnya berkekurangan. Tapi ternyata, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan jika orang-orang yang memiliki uang banyak lebih kecil kemungkinannya untuk menunjukkan kemurahan hati. Sebaliknya, orang-orang yang kurang mampu secara finansial lebih cenderung membagikan uangnya dengan orang lain.

Baca juga

Hasil itu terungkap setelah sebuah tim peneliti dari Queen Mary University of London melakukan eksperimen sosial untuk mengeksplorasi sejauh mana kekayaan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bermurah hati. Orang-orang yang ikut dalam penelitian dikategorikan dalam kelompok "status lebih tinggi" atau "status lebih rendah". Peneliti kemudian memberikan peserta dalam masing-masing kelompok sejumlah uang.

Selama penelitian, para peserta harus memutuskan jumlah uang yang ingin disimpan untuk diri sendiri dan dimasukkan ke dalam kotak yang akan dibagikan ke orang lain. Dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Basic and Applied Social Psychology ditemukan fakta jika secara keseluruhan mereka yang berasal dari kelompok "status lebih rendah" cenderung menempatkan uang lebih banyak ke dalam kotak daripada mereka yang masuk dalam kelompok "status lebih tinggi".

Penelitian tidak berhenti sampai di situ. Selanjutnya, peserta penelitian yang berasal dari kelompok "status lebih tinggi" diminta untuk menampilkan sifat murah hati mereka. Di sini empati mereka terhadap lingkungan sosial diuji.

"Untuk individu yang berasal dari status lebih tinggi, cara untuk mencapai kekayaan tampaknya menjadi faktor kunci yang menentukan tingkat kemurahan hati. Mereka yang mendapatkan kekayaan melalui usahanya sendiri memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempertahankan kekayaan untuk dirinya sendiri dibandingkan dengan mereja yang berstatus lebih rendah dan harus bekerja dengan orang lain untuk meningkatkan kekayaannya," ungkap penulis utama penelitian Dr Magda Osman seperti yang dikutip dari Independent, Sabtu (30/6/2018).

Salah satu kunci utama dari penelitian ini adalah bahwa mereka yang “berstatus lebih rendah” bersedia mengambil risiko yang jauh lebih besar dengan memasukkan uang ke kotak karena tidak dapat menjamin jika orang lain melakukan hal yang sama. Selain itu, tim peneliti juga mencatat bahwa empati memiliki dampak yang sangat kecil pada keputusan peserta selama penelitian.

“Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa empati tidak memiliki pengaruh dalam mempromosikan perilaku pro-sosial, seperti menyumbang dalam kotak. Ini menjadi penting karena ada banyak klaim jika empati adalah perekat yang mengikat seseorang untuk melakukan tindakan sosial. Dari hasil penelitian terungkap ketika uang dianggap penting, maka empati hampir tidak berperan dalam meningkatkan perilaku pro-sosial," pungkas Dr Magda.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya