PERNAHKAH Anda mendengar buah bernama matoa? Beberapa di antara Anda mungkin masih merasa asing dengan nama tersebut. Padahal buah ini bisa dikatakan asli dari Indonesia karena berasal dari salah satu provinsi di Tanah Air.
Melansir berbagai sumber, Sabtu (30/6/2018), matoa adalah buah khas dari Papua. Buah berbentuk unik ini berasal dari pohon yang tumbuh di bagian Indonesia Timur yaitu Pometia pinnata. Pohon ini memiliki ketinggian 20-40 meter dengan diameter mencapai 100 cm. Biasanya pohon ini berbunga sekali dalam setahun dengan rentang waktu Juli hingga Oktober. Setelah berbunga itulah kemudian buah matoa perlahan mulai matang. Kira-kira waktu yang dibutuhkan adalah empat bulan.
(Foto: chenmery/Instagram)
Buah matoa berbentuk bulatan kecil berwarna hijau. Bila kulitnya dikupas, sepintas buah ini terlihat seperti kelengkeng. Akan tetapi, rasanya manis mirip dengan durian. Sedangkan untuk tekstur buah tergantung dari jenis matoa itu sendiri.
Ya, di Papua terdapat dua jenis matoa yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Tekstur matoa kelapa kenyal tapi padat seperti rambutan. Sedangkan matoa papeda memiliki tekstur lengket dan lembek pada dagingnya.
Melihat wujud matoa, maka tak heran bila buah itu dibilang unik. Tapi lebih dari itu, matoa ternyata memiliki manfaat kesehatan yang cukup banyak bagi tubuh. Matoa mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Seperti yang diketahui, vitamin tersebut mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan merupakan antioksidan pencegah kanker.
(Foto: anyrusmawati/Instagram)
Ada pula kandungan vitamin E yang berfungsi sebagai penghilang stres, peningkat kesuburan, dan meminimalisir risiko penyakit Jantung. Namun jangan mengonsumsi buah ini terlalu banyak. Sebab kandungan glukosa yang tinggi dapat menyebabkan pusing dan mabuk.
Tak hanya di Papua, pohon matoa bisa ditemukan di Sulawesi dan Maluku. Selain itu, buah ini juga sebenarnya lazim ditemukan di daerah lain namun penyebutannya berbeda. Di Sumatera Utara buah ini dikenal dengan nama pakam, di Minangkabau buah ini dikenal dengan nama langsek anggang, di Jawa Barat buah ini dikenal dengan nama leungsir, dan di Pulau Jawa dikenal dengan nama kayu sapi. Matoa dijual dengan harga kisaran Rp40 ribu per kg.
(Utami Evi Riyani)