KESENIAN Jakarta bukan hanya terdiri dari pertunjukan tarian atau teater. Namun ada pula seni bela diri yaitu silat Betawi. Terdapat beberapa aliran dalam bela diri tersebut salah satunya adalah Tiga Berantai.
Aliran ini terdiri dari tiga besar ilmu silat Si Macan, Si Tembak, dan Si Karet. Tiga Berantai merupakan silat yang wariskan oleh turun temurun. Salah seorang pewarisnya yaitu H. Achmad Bunawar mendirikan perguruan silat pada 1974.
Merangkum berbagai sumber, Minggu (24/6/2018) aliran Si Macan merupakan ilmu silat yang dimiliki dan diwariskan oleh Pangeran Jayakarta. Ciri dari silat ini adalah serangan cakar jari tangan dengan landasan tenaga dalam yang kuat. Fungsi dari cakar adalah menyerang titik lemah musuh seperti mata dan tenggorokan saat terjadinya pertarungan.
Kemudian aliran Si Tembak adalah ilmu silat yang diwariskan oleh Pangeran Sugiri yang masih memiliki hubungan dengan Pangeran Jayakarta. Berbeda dengan Si Macan, ciri khas silat ini adalah pukulan dengan telapak kedua belah tangan saat berada dalam posisi tubuh tegap dan kuda-kuda yang kuat. Pukulan telapak tangan dialiri tenaga dalam yang kuat serta dilakukan secara cepat dan berkali-kali. Saat terjadi pukulan, akan timbul bunyi dari lengan yang beradu.