Kalau pernah menyaksikan di televisi atau secara langsung, pasti paham bahwa acara pernikahan ala Betawi memang sangat ramai dan gemuruh. Salah satunya ialah karena adanya mercon alias petasan rentet yang dinyalakan bertubi-tubi diiringi lantunan shalawat sebagai tanda bahwa sang pengantin pria beserta rombongan keluarga besar sudah tiba di lokasi acara pernikahan. Seru ya!
Penyerahan tanda mata
Dalam pernikahan Betawi, ada juga sesi penyerahan tanda mata dari pihak pengantin pria ke pihak pengantin wanita, yang mana dalam acara seserahan yang diiringi pukulan rebana ini termasuk di dalamnya membawa sepasang roti buaya, sebagai simbolik atas kesetiaan kedua pengantin. Kemudian prosesi ini biasanya dilanjutkan dengan acara membuka tutup kerudung pengantin wanita oleh pengantin pria, untuk memastikan wanita yang dinikahi benar adalah pasangannya bukanlah wanita lain.
Mengenakan sarung motif batik Betawi
Mengingat pernikahan Betawi disebutkan unik karena mengandung banyak pengaruh budaya mulai dari Arab, India, China, hingga Melayu, salah satu wujud yang bisa dilihat adalah pada busana. Pengantin Betawi disebutkan memakai sarung bermotif batik asli Betawi, yang harus terdapat tusuk rebung, motif lasem, biasanya ditambah dengan motif burung hong, masjid, dan bunga teratai.