BANYAK orang menganggap dengkuran atau dengungan seekor kucing sama dengan ekspresi gembira. Namun, dengkuran tersebut ternyata jauh lebih rumit dari hanya sekedar ekspresi gembira, suka, atau tersenyum saja.
Menurut produsen makanan hewan, Purina, kucing tidak hanya mendengkur ketika bahagia, tetapi juga saat tertekan atau ketakutan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa dengkuran kucing bukan hanya sekedar metode berkomunikasi saja.
Dengkuran kucing juga sebagai mekanisme pertahanan diri agar tetap tenang saat situasi penuh tekanan atau mengalami rasa sakit, seperti saat dibawa ke dokter hewan atau melahirkan. Karena anak kucing lahir dalam keadaan buta dan tuli, maka mereka butuh getaran dari dengkuran untuk berkomunikasi dengan ibu serta saudara-saudaranya.
Melansir dari Independent, Jumat (22/6/2018), frekuensi rendah dari dengkuran kucing yang dihasilkan oleh getaran dalam tubuh mereka dapat mempermudah pernapasan, menyembuhkan cedera, serta membentuk otot. Dengkuran tersebut juga dapat membantu si pemilik kucing.
Menurut penelitian, risiko para pemilik kucing terkena tekanan darah rendah menurun 40% setelah berinteraksi dengan kucing dan mendengar dengkuran lembut si kecil. Penasaran bagaimana caranya si kucing mendengkur?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa otot-otot dalam tubuh kucing menggerakkan pita suara. Maka, ketika mereka bernapas, udara menyentuh otot pernapasan yang menciptakan suara mendengkur.
Ada fakta menarik antara dengkuran dengan auman. Kucing yang sering mendengkur tidak akan bisa mengaum. Sebaliknya, kucing yang mengaum tidak akan bisa mendengkur. Hal itu terjadi karena adanya tulang kecil di bagian dalam pita suara, di mana pada kucing yang mengaum bentuk tulangnya lebih fleksibel.
Kondisi tersebut memungkinkan kucing-kucing besar, seperti harimau, untuk menciptakan suara auman yang besar. Sementara itu, kucing-kucing peliharaan tidak bisa karena tulang tersebut hanya menyebabkan getaran udara saat menghirup atau menghembuskan napas.
Para peneliti juga baru menemukan jenis dengkuran baru yang disebut ‘dengkuran permohonan’. Jenis baru tersebut mengubah dengkuran biasa menjadi sesuatu yang lebih mendesak seperti suara tangisan yang berarti meminta tolong.
Selain dengkuran, ciri khas kucing lain adalah suara mengeong. Suara tersebut dihasilkan oleh kucing dengan cara membuka dan menutup mulut mereka. Kucing yang mengeong bisa saja pertanda ramah atau menuntut.
Fakta menarik soal mengeong, kucing dewasa hanya akan mengeong ketika bertemu manusia, tidak kepada sesama kucing. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena induk kucing akan berhenti merespons terhadap anaknya ketika sudah disapih.
(Renny Sundayani)