Public Health England bahkan telah mengeluarkan sebuah pedoman khusus yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kalori dari sejumlah produk makanan populer sebesar 20% pada tahun 2024 mendatang.
(Baca Juga: Fakta-Fakta Jarang Terungkap tentang Istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju yang Dijuluki ''Wanita Misterius'')
KFC sendiri memiliki inisiatif untuk mengurangi jumlah kalori pada produknya sejak tujuh tahun lalu. Mereka tampaknya mulai menyadari bahwa permintaan pasar terhadap makanan pengganti daging seperti burger berbasis nabati mulai meningkat.
Menurut data statistik yang dikeluarkan oleh Euromonitor Internasional, penduduk Amerika menghabiskan hingga Rp9,7 triliun untuk membeli produk makanan pengganti daging. Angka ini naik hingga 25.6% dibandingkan tahun 2012 yang hanya mencapai Rp7,7 triliun.